Apple

Lirik Lagu Sahabat Kecil (OST Laskar Pelangi) – Ipang BIP

In 1 on January 2, 2010 at 12:00 pm

Lirik Lagu Sahabat Kecil (OST Laskar Pelangi) – Ipang BIP

Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi

Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beli

Reff:
Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya

Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi

Back to Reff:

Janganlah berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini

Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini

Lirik Lagu Sahabat Kecil (OST Laskar Pelangi) – Ipang

I dedicated this beautifull song for a friend ^—-^, mungkin kebersamaan ini akan segera berakhir namun tidak dengan persahabatan, insya Alloh akan abadi tersimpan dalam hati, menjadi harta karun terindah yang akan kusimpan selalu…

‘Dan nikmat Tuhanmu yang manalagikah yang kamu dustakan’

In Uncategorized on May 27, 2009 at 12:46 pm

Wahai bidadari, yg kecantikannya tepancar di kebersihan hati dan ketakwaan kpd Tuhannya
Yang bibirnya selalu dihìasi dengan dzikir
Yang matanya selalu meneteskan air mata keimanan
Janganlah bersedih, janganlah takut, dan janganlah gundah
Ketika izzah tetap kau tegakkan maka ikhlaskanlah, yakinlah Alloh akan menguatkan dan meneguhkanmu
Hingga nanti akan datang suatu masa dimana Alloh akhirnya mempertemukan dua hati manusia dalam mitsaqanghalidzan, Ia akan memenuhi hatimu dengan cinta yang akan menyempurnakan iman kalian berdua dan saat itu kalian akan berkata:
‘Dan nikmat Tuhanmu yang manalagikah yang kamu dustakan’

~Apple, 26 April 2009~

Teruntuk saudariku di bumi Alloh…
luv U ukhti semoga Alloh segera mendamaikan hatimu (dan hatiku) yang sedang menanti waktu untuk berpihak padamu…

“Sebuah Tanya”

In Uncategorized on May 18, 2009 at 8:22 am

akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru